MB Family

Hengki, Jenny, Estee, Enda

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Harmonik

hari hari musik.

Grammy

Miniature Gramaphone for music award

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 25 April 2011

THE BEATLES - "REVOLVER" will "HERE, THERE AND EVERYWHERE"

foto : awal rancangan sampul album "Revolver"

LETUPAN (awal)
"REVOLVER", adalah judul album ketujuh The Beatles."HERE, THERE And EVERYWHERE", adalah judul lagu kelima dalam album ini. Lagu ciptaan Lennon dan McCartney. Kedua judul ini penulis satukan. Menjadi judul catatan tentang album ini, dimata penulis sesuai data dan koleksi yang tersedia. 

Saat tulisan ini dibuat Tanggal 10 bulan 10 tahun 20(10), album "Revolver" yang direkam di Studio EMI London ini, telah berusia empat puluh empat tahun, sejak di “letupkan” pada 5 Agustus 1966 1).  

Penggemar album No.1 "All Time Top 1000 Albums" ini kini terhimpun dalam akun Revolver di Facebook. Catatan ini dibuat penulis sebagai seorang penggemar diantara banyak penggemar album "Revolver" (yang direkam kurang dari 3 bulan, yakni antara 6 April hingga 21 Juni 1966), untuk dikenang dan dibagikan pada sesama penggemar dan teman.

JOHN -vs- JOHN (Menunjuk Yesus Kristus )
John The Baptis, sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Yesus Kristus, ketika membaptis orang di sungai Yordan di Yudea menunjuk Yesus Kristus sebagai Anak Allah 2) Ia kemudian dieksekusi mati oleh Herodes Antipas yang sedang mabuk 3). 20 abad kemudian tepatnya April 1966 John The Beatles (Lennon) mengoceh pada seorang wartawan Kini The Beatles lebih populer dari Yesus Kristus 4).  Baik John The Baptis maupun John The Beatles beberapa tahun kemudian setelah berkata-kata, di eksekusi mati. John The Beatles dieksekusi dengan Revolver oleh penggemarnya sendiri Mark David Chapman yang sedang galau 5)..   

Ketika John Lennon mengatakan ocehan itu, publik langsung tersengat dan marah besar. The Beatles di cerca habis-habisan.  Semua produk Beatles dibakar habis 6). 
Di Indonesia, bakar membakar produk Beatles tidak ada lagi (baca: telah lewat).  Sebelumnya atribut The Beatles dalam konteks yang lain, telah di musnahkan oleh pemerintah Orde lama. Bung Karno presiden saat itu tidak suka, dan sedang memerangi Kapitalis dan Budayanya. Termasuk “ngak ngek ngok”nya The Beatles.  Band Koes Bersaudara meniru The Beatles dan dianggap merasuk kaum muda.  Yon Koeswoyo dan saudara-saudaranya pun merasakan dinginnya penjara Glodok 7).

TUJUH -vs- TUJUH (Datang dari Inggris)
Ketika masyarakat masih kesal atas ucapan John Lennon, The Beatles memicu dan meletupkan “Revolver”.  Maka melesatlah empat belas “peluru” yang mengejutkan orang.  Publik yang hampir dan mau melupakan mereka, tiba-tiba kaget.

Kekagetan ini membuat masyarakat itu sendiri lupa pada, dan segera melupakan “dosa” The Beatles. The Beatles memang ajaib. Dengan tangan terbuka dan (tentunya) telinga terbuka, publik kembali menerima empat gondrong ini. Yah lewat kehadiran album (ketujuh) produksi George Martin dan  berlabel Parlophone, yang berisi lagu-lagu yang kebanyakan menggunakan gitar listrik ini 8).



Dipihak lain masih dari Inggris, album ketujuh The Beatles yang judulnya diambil dari ide berputarnya piringan hitam (bukan jenis pistol) ini, mengingatkan orang pada Agen Spionase Inggris. Tokoh rekaan Ian Fleming yaitu James Bond “Nol nol Tujuh”. Symbol terkenal yang dipakai adalah “Revolver” dalam bentuk angka tujuh( 7 ). Serial novel dan filmnya  sedang populer saat itu.

Kedua-duanya berasal dari Negara yang sama. Karena itulah mereka mempunyai hubungan emosi yang erat. The Beatles juga menggunakan beberapa porsi dari ”Bond theme” dalam bagian lagu Help. Yaitu dalam rilis untuk versi AS  9). 

Kedua-duanya melepas“amunisi”nya masing-masing. “Tembakan”nya itu menembus AS dan dunia.  Dahsyat. Album "Revolver" duduk pada No.1 dalam daftar lagu di Inggris selama 7 minggu, dan AS selama 6 minggu.


WARNA -vs- WARNA (Sampul Album)
“Revolver” dikemas dalam “sarung” berwarna hitam-putih (black n’ white).  Lengkap dengan torehan wajah keempat personilnya.  Mmm…Here Comes the “Sun” (Simply,Uniqe, Nicy). 
Wajah depan (Cover) album Revolver dasar warna putih.


Seorang seniman grafis yang juga musisi saat itu, Klaus Voormann teman lama The Beatles saat di Star Club Hamburg, berhasil menggoreskan garis-garis halus hitam ditambah editan foto dalam rancangan album. Menampilkan wajah Fab Four yang berkesan dengan cetakan huruf capital Revolver. Klaus dengan mudah melalui ingatan menggores 3 wajah, John, Paul dan Ringo, dan agak kesulitan menggores wajah George sesuai pengakuannya.

Hasil karya seniman Jerman ini mendapat penghargaan Grammy untuk category design album pada 1967.

foto : Sampul belakang "Revolver" Capitol US.

Sedangkan belakang sampul (Back Cover) dominant berwarna hitam.  Memuat foto hitam putih The Beatles sedang bercanda. Masing-masing berkacamata gelap, dan dalam nuansa gelap (hitam) pula. Foto ini hasil kerja Fotographer Robert Whitaker 10). 

Hasilnya didepan warnanya dominan putih. Sedang belakangnya dominan hitam. Kombinasi cover dan backcover dengan dua warna itu menambah nilai bagi keseluruhan album Revolver. 

Diwaktu kemudian Beatles menerbitkan album dengan penampilan paling sederhana. Putih bersih = polos ”White Album” tanpa goresan.  Lalu menyusul album kompilasi “Red album” untuk lagu-lagu 1962-1966. ”Blue Album” untuk lagu-lagu 1967-1970.  Kemudian diikuti (yang tidak resmi) dengan warna-warna lain. Black, Brown, Gold, Silver dan seterusnya. Menjadikan tradisi Album Kompilasi The Beatles lewat warna.
Lukisan wajah George dalam album Revolver setelah di up date, muncul kemudian dalam sampul Singel George Harrison" When We Was Fab".  Mengenang kembali saat mereka (The Beatles) masih bersama dan berjaya.

ARTISTIK -vs- ARTISTIK (Album dan Sampul)
Bagi penggemar The Beatles, perobahan bermain musik mereka dirasakankan sejak album ketujuh Revolver ini.  Majalah Mojo menyatakan album ini merupakan epik pencapaian tertinggi musik barat 11). Album Revolver menghasilkan lagu dengan lirik canggih, pengaturan string yang inovatif dan perluasan genre kearah psychedelic rock.

foto : Sampul belakang album "Revolver" Parlophone UK

Penampilan sampul album yang artistik oleh seniman Klaus Voormann, gambar hasil tarikan tangan wajah-wajah anggota The Beatles, merupakan terobosan baru disain sampul. Hasil foto belakang sampul, anggota grup tanpa melihat kearah kamera, berbeda dengan yang ada selama ini.

REVOLVER -vs- REVOLVER (Rekaman Lagu dan Musik)
Seluruh lagu dipublis oleh Nothern Songs Ltd. Direkam oleh EMI records Ltd dengan label Pharlophone. Sejatinya album ini diedarkan melalui media piringan hitam dengan 2 muka.

Muka satu: berisi 7 lagu, 5 Lagu ciptaan Lennon-McCartney: Taxman(Harrison), Eleanor Rigby, I’m only sleeping, Love you to(Harrison), Here,There and Everywhere, Yellow Submarine dan She said She Said.
Muka dua : berisi 7 lagu pula, 6 Lagu ciptaan Lennon-McCartney: Good day Sunshine, And Your Bird Can Sing, For No One, Doctor Robert, I Want To Tell You(Harrison), Got To Get You Into My Life, Tomorrow Never Knows12)

Selama Empat puluh empat tahun sejak terbitnya, empat belas lagu ini telah dinyanyikan  kembali oleh orang lain. Berbagai penyanyi dan musisi dari berbagai genre.
Empat lagu diantaranya penulis sampaikan dan catat dari koleksi pribadi. Piringan hitam, CD, cassette sebagai berikut.

I'M ONLY SLEEPING
Ketika duka penggemar The Beatles belum sirna. Atas ”kepergian” mereka di tahun 1970.  Lobo, tahun 1974 dalam album Just a Singer menyanyikan I’m only sleeping 13) (lagu ketiga album Revolver dengan lead vocal John Lennon). Lagu yang isinya meminta agar seseorang jangan dibangunkan dari tidurnya. Karena sedang asyik dengan mimpinya. Kira-kira sama dengan, agar penggemar tak perlu membangunkan The Beatles yang telah “tiada”(baca bubar). Karena mereka hanya "tidur". Walaupun Lobo membawakan dengan iringan gitar akustik yang syahdu, namun tetap terasa “desingan” peluru Revolver ini.

ELEANOR RIGBY
Acoustic Trio,2006 dalam album Come Together” memicu” gitar-gitar mereka sambil menyanyi Eleanor Rigby  14). Ciptaan Lennon-McCartney ini.
Sebelumnya Chick Korea, tahun 1995, pentolan Jazz dalam album variasi I Got No Kick Against meng jazz kan Eleanor Rigby 15). Yang pada album Revolver disuarakan Paul McCartney dan mendapatkan penghargaan Grammy untuk kategori vocal solo pria pada 1967.
Dan jauh sebelumnya 1969, ketika The Beatles masih eksis, Four Tops dalam album Four Tops Now 16) meramu lagu ini dalam gaya kwartetnya.
(Lagu kedua Album Revolver) ini “melesat” dan mengajak kita menatap dan peduli pada orang-orang yang kesepian.  Mereka diwakili oleh “Rigby(Eleanor)” dan”McKenzie(Father)”. Mereka  hidup disebuah Gereja sebagai Pastor dan Jemaat. Eleanor Rigby menantikan ada pernikahan di Gereja dan mendapatkan rejeki segenggam beras. McKenzie menyiapkan naskah khotba yang tak pernah disampaikan, karena tidak ada lagi jemaat yang datang. Akhir balada ini, Eleanor Rigby meninggal, tidak ada yang datang melayat, McKenzie menguburkan sendiri, tidak ada yang menolongnya.

YELLOW SUBMARINE
Rochester Pops,tahun 2005 dengan nuansa musik klasik memainkan Yellow Sub Marine 17)(lagu keenam album Revolver , lead vocal Ringo Starr). Pada saat berikutnya, kisahnya diangkat dalam film kartun The Beatles. Dengan judul yang sama Yellow Sub Marine.  Berkisah tentang kehidupan ceria disebuah kapal (selam) kuning,.Sambil bermusik mengarungi lautan berseri serta gulungan ombak yang indah. Memandang langit biru yang cerah dengan cahaya mentari. Mengelilingi dan singgah dipulau indah. Indah, indah dan indahnya lagu ini.

HERE, THERE AND EVERYWHERE
Sebelumnya tahun1990, nuansa klasik juga dimainkan The Royal Philharmonic mengiringi suara merdu Elena Duran membawakan Here,There and Everywhere 18) .
Pada album yang sama dengan Chick Korea, Pentolan Jazz lainnya David Benoit membawakan pula lagu kelima dari album Revolver ini 19). Dan sama dengan kekuatan cinta yang tak pernah mati sebagaimana diungkapkan dalam lagu ini, maka album kebanggaan Revolver akan selalu “kekar” dan ada disini (HERE),  disana (THERE) dan dimana-mana (EVERYWHERE).

Baik yang dinyanyikan oleh The Beatles sendiri, ataupun oleh penyanyi lain yang membawakan lagu-lagu album Revolver, menghentar itu “mengiang” disini, disana dan dimana-mana. Yeah.

LETUPAN (akhir)

Album urutan No.3 dari "500 album terbesar sepanjang masa" versi Majalah Rolling Stone ini, tahun 1987 dirilis lagi...kali ini dalam format CD (Compact Disc).

Tahun 2009 album-album The Beatles di Remastering (digital) oleh perusahan rekaman EMI Music/Apple.
Dengan menetapkan waktu yang unik, tanggal 09 bulan 09 tahun 20(09) lalu, mereka merealis dalam bentuk CD dalam Box album-album The Beatles. Termasuk album ketujuh (Revolver) ini 20).  Maka terdengar lagi “letupan” Revolver yang lebih dasyat. Wuuii.


Begitulah yang terjadi. Album "Revolver" masuk dalam daftar "1001 Albums You Must Hear Before You Die", oleh Robert Dimery, sebagai rekomendasi bahwa album ini layak didengar dan dikoleksi oleh pencinta musik.
REVOLVER, Here, There And Everwhere. Semoga!!





Sumber :
1), 11)Wikipedia Ensiklopedia/Revolver.  2) Injil Yohanes1:34,LAI,1974  3)Charles Ludwig, Rullers of new testament times (Para penguasa pada zaman Perjanjian Baru),hal 45,Terjemahan Lili Rustandi, Kalam hidup 1976.  4), 5),  6), 8), 15), 19)Majalah Hai,Edisi Desember 1995   7)Wikipedia/Koes Bersaudara  9)Wikipedia en.org/wiki/JamesBond. 10), 12)Sampul/album Revolver The Beatles,TCPCS 7009,PT Aquarius Musikindo p.1966 Emi Records Ltd.  13)Sampul/album Just A Singer Lobo, Stereo 6369 805,Philips1974  14)Sampul/album Come Together,Acoustic Trio,PSR 2006.   16)Sampul/album Motown Meets The Beatles(compilasi)Spectrum Music 2001.  17)Sampul/album The Greatest Hits Of The Beatles/classical style,DAR 7007 P) &C)2005 Intersound.  18)Sampul/album The Royal Philharmonic Orchestra plays The Beatles,Team records tanpa tahun. 20)TheBeatles Web

Senin, 11 April 2011

Musikita dan Gubernur (Yahudi Song, Yunani Style)

"Nyanyian" yang diperdengarkan pada Penguasa Romawi di Yudea, dan turut didengar Kristus itu, dibawakan oleh” paduan suara Yahudi” dengan gaya Yunani.

Diantara orang Israel, hanya orang Saduki yang dapat menerima Yunani, soalnya mereka tidak percaya kebangkitan, sama seperti orang Yunani. Orang Yahudi yang taat dengan Taurat Musa menganggap Yunani dan filsafatnya itu kafir dan menjijikkan. Jadi mustahil orang Yahudi membuat atau berbuat hal yang terlihat atau tercium ada Yunaninya. Tapi kali ini lain, kali ini tidak.

Musik yang menyeramkan, banyak didengar melalui pemutaran film horror. Sengaja dibuat untuk buluh roma penonton tegak dan untuk “dinikmati” keseramannya.

Injil Lukas beberapa kali mengemukakan tentang nyanyian sukacita ketika kelahiran Yesus. Kali ini berbeda, ia menyampaikan nyanyian seram dan menakutkan, serta penuh dengki dan amarah.
Beserta Injil lainnya, Lukas megisahkan tentang peristiwa yang memiluhkan, seorang terdakwa yang “diadili” di depan umum. Yesus dituduh oleh pemuka agama Yahudi, menghujat Tuhan Allah, karena mengaku Anak Allah. Sebenarnya mereka merasa tersaingi oleh Yesus dalam menjalankan firman Allah ditengah-tengah orang banyak. (Baca juga Lukas 22 :  63 -71 dan fs 23 :1 – 25)

Dua penguasa di wilayah itu saling menolak mengadili Yesus. Herodes Raja Galilea, dan Pontius Pilatus Gubernur Yudea.  Mereka tidak mendapatkan kesalahan dari pada-Nya. Masyarakat yang telah diprovokasi oleh pemimpin agama yang iri dan dengki, dan ngotot untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa. Yesus harus dihukum. Hukuman mati, itu kemauan mereka.

Setelah Yesus kembali dari Herodes si”Serigala”, maka Pontius sang “Pembasuh tangan” mendapat idea tentang cara membebaskan Yesus, lalu katanya : “Aku akan membebaskan satu orang diantara dua Yesus”. Maksudnya Yesus Kristus yang sedang didakwa dan tidak bersalah, dan Yesus Barabas napi yang tengah menjalani hukuman Roma, pemberontak dan pembunuh yang kejam. Hal ini dilakukan setiap Paskah, membebaskan Napi.

Pilatus sebenarnya telah diperingati istrinya tentang Yesus :  “Orang ini tidak bersalah”. Dan kini Gubernur Yudea ini, salah kira, pikirnya : “Orang orang akan memilih Yesus yang lemah lembut, mereka pasti tidak suka Barabas yang kejam”. Tapi perkiraannya meleset, bahkan yang terjadi seratus delapan puluh derajat. Spontan mereka memilih Yesus Barabas.

Tak lama kemudian sudah menggema “paduan suara” aneh. Ribuan mulut “menyanyi” didepan Pilatus, dengan syair sedih dan seram: “Salibkan Dia, Salibkan Dia”. Dengan tuntunan dirigen yang penuh semangat iblis, maka orang-orang makin terhasut. Lagunya semakin riuh, nyaring  dan tajam menerjang gendang telinga serta mendirikan bulu roma. Benar-benar menyeramkan.

Setelah berulang kali “dipersembahkan”, akhirnya Pilatus menyerah pada Paduan suara orang Yahudi berirama Yunani ini. Ia menuruti kemauan “Koor “ini, dan memutuskan menghukum Yesus Kristus. Yesus akhirnya disalibkan sebagaimana lirik dalam “lagu” itu. Pilatus lalu mencuci tangan, tanda lepas tangan dalam mengadili Yesus.

Ketika kita merayakan Jumat Agung untuk mengenang peristiwa ini, akankah kita menyanyi: ”Salibkan Dia ,salibkan Dia”!. Lagu Yahudi yang diperdengarkan saat didepan Pengadilan?  Kali ini penulis tidak ingin mengajak menyanyi. Amin

Jumat, 08 April 2011

Norman dan Melinda (Musikita dan Bohong)

Dalam Alkitab, ada dua kebohongan yang dapat penulis amati, yang menjadi ancaman dan dialami Yesus Kristus. Pertama ketika masih bayi, raja Herodes hendak “menyembah” Dia, bila orang majus telah mendapatkan tempat keberadaanNya, padahal niat Herodes hendak melenyapkan Yesus. Kedua Yudas Iskariot “mencium” Yesus, padahal itu tanda untuk menangkap Yesus yang di incar Imam-imam Yahudi.

Ajang penganugerahan penghargaan musik Grammy pernah dihebohkan dengan penarikan kembali hadiah. Grup nyanyi dan tari Milli Vanilli ternyata hanya “topeng” dan menyanyi secara lipsync, penyanyinya orang lain. Kebohongan ini membawa karier musiknya kandas, padahal lagu andalannya berkata-kata tentang kebenaran,Girl You Know Its True.

Kebohongan melanda Negara tercinta saat ini, mulai dari kehidupan nyata hingga kekehidupan maya. Mulai dari bisnis hingga politik. Mulai dari perorangan hingga publik. Mulai dari eksekutif, legislatif hingga yudikatif. Mulai dari pos jaga polisi sampai gedung DPR. Mulai dari wanita cantik hingga pria “cantik”. Mulai dari lagu hingga lembaran rupiah dan dollar. Mulai dari Facebook hingga YouTube dan seterusnya.

Sinta dan Jojo, dua mahasiswi Bandung lewat YouTube menjadikan dirinya menjadi “pajangan” ST12 dalam lagu Keong Racun dan menjadi "topeng" dalam lagu Telephon. Mereka akhirnya jadi bintang baru, muncul di stasiun-stasiun TV dan terakhir jadi bintang iklan. Masih lewat YouTube, Briptu Norman Kamaru jadi “Oman Khamar” reinkarnasi Sharukh Khan. Polisi Gorontalo menjadi “Polisi India” lewat tiruan gaya Bolliwood. Dari pos jaga datang ke Mabes bergoyang dangdut. Brimob ini jadi selebrity.


Lewat Facebook, seorang wanita cantik dari Bogor, Selly Yustiawaty membangun bisnis bohongan dan merayu demi mendapatkan Rupiah. Setelah menjadi DPO kepolisian Bogor tertangkap di sebuah hotel di Bali. Masih dengan wanita cantik dan rupiah, Melinda Dee alias Inong menggelapkan uang nasabahnya Rp.17 miliar di City Bank tempat ia bekerja. Pengoleksi berbagai mobil mewah yang telah disita ini, konon kecantikannya juga hasil permak-permakan.

Masih lewat Facebook, giliran pria, Rahmat Sulistio dengan menyamar menjadi perempuan bernama Fransisca Anastasya Octaviany, berhasil menikah dengan Umar seorang pria yang terkecoh selama enam bulan di Bekasi. Masih dengan Perkawinan, Miller seorang dewasa merekayasa scenario untuk kawin dengan remaja Arumi. Arumi yang seorang artis muda minggat dari rumah orang tuanya dengan alasan ada KDRT.

Pembangunan Gedung perwakilan rakyat yang Super Mewah yang ditentang Rakyat, diskanariokan tetap jalan di Rapat Paripurna,sampai-sampai seorang pesertanya yang sudah bosan, membuka I-Padnya dengan tampilan Porno dan sempat dilihat wartawan dengan zoom kameranya, akhirnya orang bilang itu "Sidang Pariporno".

Kebohongan public yang diinventarisasi Tokoh-tokoh agama selama pemerintahan SBY pernah disuarakan beberapa waktu lalu. Adakah kebohongan oleh perorangan itu imbas dari kebohongan public? Semoga tidak.

Apapun jenis kebohongan itu harus segera diakhiri. Tuhan tolonglah kami melakukan kebaikan dan kebenaran yang berasal dari Mu, Semoga.




Rabu, 06 April 2011

Justin_Bieber VS Just_In_”Bibir”

Ungkapan para audiophile (audio mania) : ”Peralatan yang hebat dapat menampilkan "ketebalan bibir" penyanyi kulit hitam”. Ini sebagai penegasan akan keberadaan peralatan audio ramuan mereka yang menampilkan bunyi alami (natural), sebagaimana suara yang keluar dari bibir. Setelah tenggorokan, bibir memang alat terpenting dalam dunia tarik menarik suara.

Dunia rekaman musik pernah heboh dengan ditariknya kembali  Piala Grammy. Piala ini sebelumnya telah dianugerahkan pada penyanyi yang dinilai pantas dianugerahi Award tertinggi pada musik itu. Itu terjadi pada grup musik dan dance Milli Vanilli (MV). MV adalah proyek bentukan Frank Farian, setelah produser ini bosan dengan proyek pendahulunya Boney M. Dua personil MV, Fab Morvan dan Rob Pilatus, telah sukses melejitkan Album pertama. Lewat lagu Girl You Know It’s true yang kemudian ternyata "it’s not true”(baca tidak benar), mereka dianugerahi Grammy sebagai pendatang baru pada Februari 1990.



Belakangan Grammy ini ditarik atas desakan public dan media AS, karena ternyata mereka ‘menipu’ pendengarnya. Mereka tidak benar-benar (not true) menyanyi dalam rekaman mereka, sebagaimana diakui produsernya Fank Farian. Skandal ini mengakibatkan karir musik mereka kandas, bahkan Rob meninggal karena over dosis ditahun 1998. Sungguh tragis. Dalam atraksi-atraksinya, MV menggunakan teknik lipsinc (penyesuaian gerak bibir), ditambah gerakan tubuh yang memang yahud.

Ide pertama membentuk grup nyanyi dan dance dengan teknik demikian, dilakukan Frank Farian saat dia merekam suaranya sendiri dalam lagu Baby Do You Wanna Bump pada Desember 1974. Dia ingin lagunya ditampilkan oleh penyanyi “pajangan” diatas panggung yang dapat pula membawakan tarian bagi lagu itu. Itulah mula munculnya grup Boney M (versi mula-mula) dimana penarinya Mike, dan pelipsincnya Claudija Barry. Claudija akhirnya bosan dan mengundurkan diri pada 1976 lalu bersolo karir. Untungnya mereka tidak bernasib sama dengan Milli Vanilli setelah mereka.
.
Boney M akhirnya dapat menjadi grup nyanyi riel yang terkenal, setelah didukung oleh empat personilnya Lis Mitchell,Mauzie Williams,Marcia Barret dan penari eksotis Bobby Farel yang satu-satunya pria. Bobby hanya sesekali mengeluarkan suara dalamnya.

“Permainan” produser Jerman, Frank Farian yang bernama asli Franz Reuther, yang menelurkan Boney M dan Milli Vanilli ini, belakangan ini ramai-ramai ditiru. Dan tiruan ini ternyata cukup menghibur penonton TV. Tahun 2010 lalu, dua mahasiswi Bandung, Sinta dan Jojo memakai teknik serupa untuk iseng “menyanyikan” lagu Keong Racun milik grup ST12, dan mengupload di internet. Hasilnya banyak yang tertarik, dan akhirnya mereka jadi bintang baru dan diajak stasiun-stasiun TV, untuk tampil diacara mereka. Sungguh ironis dengan nasib Milli Vanilli.

Keisengan dua cewek ini akhirnya banyak dilanjutkan orang. Seorang Polisi berpangkat Briptu di Polda Gorontalo, lengkap dengan uniform dan sedang tugas, pada permulaan April 2011 ini, “ngebibir” lagu Chaiya-Chaiya. Dia menirukan akting penyanyi aslinya Sharukh Khan bintang Bollywood berdangdut ala India.

Polisi Gorontalo Menggila demikian judul Klip di YouTube yang menjadi kontorversi itu. Atasannya di Mabes Polri ingin memberi sangsi atas ulahnya : “Nakal dan Tidak etis”, tetapi facebooker mengalang dukungan membela “kegilaan”nya dengan alasan wajar dan manusiawi. “Hukumlah polisi yang Pungli dan Korup”, demikian seru mereka.

Norman Kamaru (mirip bunyinya dengan Sharukh Khan), demikian nama anggota Brimob ini, ternyata banyak mengoleksi serta terampil menyanyikan  lagu-lagu India. Saat itu ia hanya bermaksud menghibur seorang rekan yang sedang lara, sambil merekam video lewat hapenya.  Diapun telah banyak kali menghibur rekan-rekan sesama Brimob di kesatuannya, dengan menjadi Songleader ketika mereka capek usai latihan.  Dia berjanji tak akan mengulangi lagi ulahnya. Sayang…yah!



Meski hanya Just_in “bibir” (hanya dibibir) saja, asyik juga main-main kayak begini. Selamat ngebibir Oman !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More